Gelar kurang bersyukur

Gelar kurang bersyukur

Al-Baqarah – Ayat 61: Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

##

Manusia mempunyai watak yang unik, salah satunya adalah merasa tidak cukup dengan satu makanan, bahkan menginginkan  lebih dari satu jenis makanan alias bermacam-macam.  Watak berlebihan dan merasa tidak cukup inilah yang akan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kenistaan dan kehinaan, dikrenakan manusia lebih cenderung memilih yang bernilai rendah dari pada yang bernilai tinggi, sehinga manusia seperti ini pantas di beri gelar melampui batas. Gelar ini berhubungan dengan makanan yang sudah diberikan Allah kepada kita, bisa jadi sebenarnya makanan yang di punyai sebenarnya sudah cukup tetapi manusia merasa kurang dan kurang. Watak ini sangat berbahaya karena akan menyebabkan kurangnya rasa bersyukur.

Bahkan manusia ada yang mewajibkan ketika makan harus ada lauk di dalam makananya, bahkan juga ada yang harus memenuhi istilah 4 sehat 5 sempurna. Watak dan perilaku inilah yang harus dijaga dan di jauhi karena mencerminkan sifat kufur akan pemberian dari Allah, padahal pemberian dari Allah sudah  yang terbaik dan paling istimewa.

Seharusnya manusia harus bersyukur jika  diberi sesuatu oleh Allah meskipun hanya satu macam dan satu jenis, seharusnya manusia bersyukur jika hanya mempunyai persediaan nasi saja di rumah,  seharusnya manusia bersyukur jika hanya mempunyai persediaan nasi hanya cukup untuk satu hari saja. Maka manusia perlu membiasakan perilaku menghabiskan terlebih dahulu nasi yang dipunyainya alias jika mempunyai persediaan nasi saja maka itu yang harus dihabiskan terlebih dahulu, jika sudah habis maka baru membeli makanan  penganti lainya, tapi mampukan manusia zaman sekarang berbuat begitu, makan dengan satu jenis makanan saja, bisa jadi dikatakan aneh dan langka oleh orang-orang disekitarnya, tetapi hikamahnya juga jangan ditinggalkan,antara lain : mengajarkan hidup tidak boros, mengajarkan hidup sederhana, mengajarkan hidup tidak foya-foya.

Makan dengan satu jenis makanan saja sudah di jelaskan di dalam beberapa hadist, misalkan makan hanya dengan 3 biji kurma,

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

artinya :“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”

Wallahu a’lam bish-shawabi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s