Suri Tauladan nabi Daud dalam al-Qur’an

(QS. Al-Baqarah [2] : 251 )

فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ ٱلْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah(1) dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah(2) (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya(3). Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini(4). Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam(5).

Suri tauladan :

1. Sebelum menjalankan sesuatu harus di awali dengan berdoa, Nabi Daud berdoa dengan Mohon izin kepada Allah untuk berperang, meskipun kita dilarang membunuh tetapi dalam peperangan diperbolehkan (seizin) Allah maka itu diperkenankan, terlebih perintah tersebut datangnya dari Allah maka kita wajib menjalankanya.

Ini menunjukan bahwa seorang nabi saja berdoa sebelum melakukan sesuatu, maka kita wajib meniru adab tersebut yaitu berdoa sebelum melakukan sesuatu diamana sesuatu itu juga sudah diizinkan oleh Allah dan bukan sesuatu yang merupakan larangan dari Allah. Semisal tentang adab makan meggunakan tangan kanan, maka kita diharuskan menggunakan tangan kanan dan bukan tangan kiri. Maka apakah kita sudah berdoa ketika akan melakukan sesuatu!.

2. Menjalankan suatu harus seizin Allah, jika Allah mengizinkan terlebih tentang syariat yang berasal dari Allah maka keridhoan, karunia, hikmah bahkan pemerintahan akan diberikan pada kita, bahkan mungkin lebih dari itu.

Jadi jika kita menjalankan sesuatu yang sudah mendapat izin dari Allah maka Allah akan memberi yang terbaik. Tetapi kebalikanya , jika Allah tidak memerintahkan maka kita dilarang melakukanya terlebih apabila itu merupakan larangan Allah maka kita wajib menjauhinya.

Ini menunjukan bahwa seorang nabi wajib menjalankan perintah Allah yang sudah mendapat izin pula dari Allah serta dilarang melakukan perintah yang merupakan larangan dari Allah. Maka sudahkah kita memenuhi semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya!.

Ingin belajar maka harus meminta pada Allah, meminta dengan berdoa agar selalu diberi yang terbaik oleh Allah, ingin sukses mintalah pada Allah , ingin faham maka mintalah pada Allah, ini sesuai dengan sifat Allah yaitu mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”,( Al-Qaadiru), Allah memberi ilmu pada seseorang sesuai dengan keinginan Allah dan bukan sesuai dengan keinginan hamba.

Tingkat kedalaman serta kefahaman sesuai dengan kehendak-Nya, sebagai hamba dilarang untuk sombong karen boleh jadi apa yang kita pelajari masih sedikit, terlebih sebagai hamba yang memang lemah dan banyak kekurangan serta tempat salah dan dosa. maka kita dilarang sombong dalam hal belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s