Jebakan maut setan

Alhamdulilah, wahai kaum muslimin, senatiasa kita panjatkan puji dan syukur atas kehadiran Allah, atas limpahan dan karunia dan nikmat pada kita, nikmat akan islam, nikmat akan iman, nikmat karena diberikan sunnah, terlebih nikmat yang agung yang diberikan Allah pada kita semua.

Sesungguhnya kehidupan di dunia akan  penuh ujian dan cobaan, setan telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan hamba-hambanya, iblis berkata “Karena engkau ya Allah, telah menyesatkan diriku maka aku akan sesatkan mereka dari jalan yang lurus ”,  maka setan dengan bala tentaranya saling membantu dan saling memberikan wahyu diantara mereka untuk sama-sama mengoda manusia Dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.

Allah berfirman dalam Surat Al-An’aam: 112 yang artinya :

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.

Iblis tidak akan pernah mereka berhenti untuk menghalagi manusia dari jalan Allah, berbagi macam cara mereka gunakan untuk menggoda manusia dari jalan Allah.  Ketika seorang hamba lalai maka di sanalah setan akan masuk untuk mengoda manusia, disanalah setan akan menang terhadap manusia, karena

Firman Allah dalam Surat Az-Zukhruf: 36 yang artinya:

Barang siapa yang berpaling dari zikir kepada Ar-Rahman maka kami akan jadikan setan sebagai temanya dan setan itu akan senatiasa menemani dia”.

Firman Allah dalam Surat Fathir: 5 yang artinya :

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”.

Maka Allah sudah memperingatkan agar supaya tidak lupa kepada Allah dengan berzikirlah kepada-Nya sehingga setan tidakmenemani manusia. Berzikir merupakansalah satu cara mengusir setan yang datang menemani manusia. Tetapi kebanyakan manusia lupa akan hal ini, kebanyakan manusia justru sengaja mengundang setan, kebanyakanmanusia justru melakukan perbuatan yang disukai setan, dimana perbuatan tersebut merupakan perbuatan kemaksiatan, perbuatan kesesatan, perbuatan kesyirikan, perbuatan menuju kedosaan, perbuatan membuat kebodohan dan bahkan ketidakmanfaatan baik di dunia dan di  akhirat. Maka seorang manusia diwajib berzikir kepada Allah.

Sesungguhnya jihad melawan setan itu adalah jihad yang wajib. Menurut Ibnu Qoyim, bahwasanya antara Jihad melawan diri sendiri dengan jihad melawan musuh diluar, ada jihad yang ketiga yang harus dilakukan, karena yang ketiga ini adalah musuh yang tidak terlihat, ia adalah musuh yang senantiasa memberikan was-was dalam hati manusia, dia yang senantiasa memberikan subhad pemikiran-pemikiran yang menyimpang, ia yang memberikan motivasi untuk syahwat, ia adalah setan, ia adalah iblis dan bala tentaranya yang merupakan musuh bagi manusia. Maka wajiblah berjihad melawan setan apalagi perbuatan-perbuatan seperti perbuatan dan tabiat setan.

Berbagai macam cara iblis untuk menggoda manusia, banyak pintu-pintu yang dimasuki oleh iblis untuk menghalangi manusia dari jalan Allah, diantaranya pintu itu adalah Pintu kelalaian, pintu lupa kepada Allah.  Setan menjadikan manusia hingga manusia lalai pada zikir kepada Allah, disinilah setan akan masuk, disinilah setan akan menggoda ketika manusia lupa dari berzikir kepada Allah. Maka disanalah setan akan masuk dan setan akan menggoda seorang hamba bahkan menyesatkanya.

Dintara pintu yang dimasuki setan kepada manusia adalah pintu kebodohan, kebodohan terhadap  agama Allah. Dengan kebodohan tersebut maka setan berusaha mengotak-atik seorang hamba. Sehingga hamba akan keliru dalam memilih.  Seorang hamba dijadikan sesuatu yang mereka anggap itu jalan lurus, padahal itu bukan  jalan lurus. Seorang hamba dijadikan sesuatu yang mereka anggap itu baik, padahal itu tidak baik. Iblis juga menjadikan  semua itu baik padahal tidak baik oleh Allah, Akhirnya seorang hamba akan rugi hidupnya. Dalam Firman Allah pada Surat Al-Kafi: 103-104 yang artinya:

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.

Setan menggunakan kebodohan seorang hamba, sehingga dia menghiaskan seakan-akan yang baik itu buruk dan yang buruk itu baik, demikianlah pandainya setan untuk menghalag-halangi manusia dari jalan Allah.

Tata cara lain yang digunakan oleh iblis untuk menggoda manusia adalah dengan Tipuan-tipuan, masih kah kita ingat ketika iblis memutarbalikan fakta kepada adam, ketika iblis menamai buah yang dilarang oleh Allah, yaitu buah kuldi, buah kekekalan menurut iblis, iblis berkata kepada adam ” kalau kamu makan buah kuldi maka kamu(adam) akan kekal dalam surga”. Padahal Iblis hanya memberikan kesan kepada adam akan kekekalan dalam surga, ternyata iblis berusaha  menipu adam, ternyata iblis menyesatkan adam. Untuk itulah jangan sampai kita tertipu dengan tipuan-tipuan yang di sampaikan oleh iblis.

Kisah iblis tentang bagaimana iblis menggoda manusia terdapat dalam Surat Al-A’raf: 20 yang artinya:

“maka setan pun memberikan was-was pada keduanya, agar mereka berdua memperlihatkan aurat-aurat yang Allah telah tutup kepada mereka Dan iblis berkata: Sesungguhnya tidaklah rabbu melarang kalian dari memakan buah ini kecuali agar kalian  tidak menjadi malaikat dan agar kalian tidak kekal dalam surga”

Iblis melakukan perbuatan dengan memutarbalikan fakta, sehingga adam mengira dan menyangka jikalau makan buah itu maka akan kekal dalam surga,  maka waspadalah akan tipu daya setan. Demikian zaman sekarang,  mereka menghalang-halangi jalan manusia dari jalan Allah. Mereka memutarbalikan fakta sesuatu yang hak dijadikan dipandang sekaan-akan batil, dan sesuatu yang batil dihiasi kata-kata indah, sehingga terlihat sebagai sebuah kebenaran. Maka berhati-hatilah terhadap tipu daya iblis.

Diantara pintu yang dimasuki iblis adalah dengan Menakuti-menakuti, dengan jalan ini maka iblis menghalangi manusia dari jalan Allah.

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.(Surat Ali-Imrom: 175)

Setan terkadang menakut-nakuti hamba ketika seorang hamba ingin manaiki jalan sunnah, ketika seorang hamba meinginkan jalan surga, ketika hamba ingin menjalankan jalan Allah dan Rasulnya, maka setan  akan berusaha menjaga dia,  setan akan selalu menakuti-nakuti manusia, setan akan mengoda dia, maka setan akan menghalang-halangi dia.

Maka seorang hamba jika takut pada ketakutan selain takut pada Allah dalam hatinya, maka berhati-hatilah, dan dapat dipastikan itu bisikan setan yang membuat manusia takut kepada selain Allah. Apabila manusia mengalami peristiwa ini, maka itu sudah dapat di pastikan bahwa manusia tersebut mengalami bisikan setan ,manusia tersebut sedang digoda setan, maka bisikan setan seperti itu wajib dibuang  jauh-jauh dari hati manusia, tendanglah setan dari dalam hati manusia ketika dia mengajak ke perbuatan ketakutan yang tidak beralasan, ketakutan yang merupakan angan-angan kosong, ketakutan yang akan menimbulkan was-was, apalagi perbuatan yang sudah jelas mengajak ke perbuatan neraka yang tidak berpahala sedangkan Allah mengajak pada perbuatan ke berpahala yang menuju surga.

Sebagai contohnya adalah ketika setan akan menakut-takuti ketika hamba sudah bersodaqoh dengan ketakutan akan jatuh miskin, Setan akan menakut-takuti ketika hamba akan berinfaq dengan ketakutan akan harta berkurang, dll. Meskipun kita berbuat hijroh sesuai perintah Allah tetapi ingatlah setan akan duduk pada jalan hijroh, setan akan menakuti-takuti bahwa jika kita hijroh maka kita akan rugi harta dan benda, jika kita hijroh maka kita kan jatuh miskin, dll. Tetapi ternyata seorang hamba jika tetap akan berhijrah di jalan Allah maka hidayahlah yang didapatnya dan pasti surgalah imbalanya. Demikian seterusnya dimana setan akan terus menggoda manusia. Setan tidak berhenti menakut-takuti manusia.

Maka Seorang hamba yang beriman, ketika tahu itu godaan setan maka ia akan terus berjalan untuk mendapatkan keridhoan Allah, dia akan tetap menegakkan Perintah Allah dan hukum  Allah.

Seorang hamba hendaknya memperkuat rasa takutnya pada Allah, maka kita wajib yakin bahwa azab Allah lebih berat dari azab manusia, yakinlah bahwasanya  apa yang dijanjikan oleh setan adalah bualan semata, setan hanya mengumbar dusta dan janji-janji omong kosong.

Pintu lain yang digunakan setan untuk menggoda manusia adalah pintu Di hiaskan sesuatu yang baik itu buruk dan dihiaskan sesuatu yang buruk itu baik, Itulah yang dilakukan oleh iblis. Iblis Menghiasakan seorang hamba pada dia, Seakan-akan sesuatu perkara itu baik disisi mereka, dengan akal-akalan iblis akan menipu kita, Dengan pintarnya bersilat lidah agar manusia menerima sesuatu yang bertentangan dengan hukum Allah.

Sungguh sangat berhak kita menjadikan setan adalah musuh kita. Sungguh sangat berhak kita berjihad melawan setan, dan tidak layak setan dijadikan teman kita, Maka ingatlah Firman Allah dalam Surat Yasin: 60 yang artinya,

“ Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan?, Sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang nyata bagi kamu”.

Allah dan Rasulnya sudah memberikan jalan agar kita selamat dari godaan setan. Tentunya keselamatan seorang hamba dari setan merupakan keselamatan agama seorang hamba, ketika hamba selamat dari godaan setan berarti dia bisa berhasil menyelamatkan agamanya, sehingga hamba tersebut akan bisa menyelamatkan hatinya, bisa menyelamatkan modal untuk menuju akherat kelak.

Salah satu bimbingan dari Allah agar tidak terpedaya oleh syetan. Bimbingan tersebut adalah Mempelajari langkah-langkah, jangan mengikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya jalan setan lebih halus dari pada sutera. Terkadang seorang hamba tidak terasa sudah terseret oleh jalan setan. Di zaman ini berbagai media, serta kecanggihan teknologi banyak menjerat hamba pada jalan setan, sebelumya terdapat seorang hamba yang sangat  bertaqwa kepada Allah, tetapi karena ia terseret pada jejaring sosial,maka kesesatan yang dia ikuti, kesesatan yang dia lakukan, kesesatan yang dia jalani.

Sebagai contoh tentang kemudahan teknologi membuat hamba lalai dan lupa akan kewajiban terhadap Allah, akhirnya ia pun jatuh ke hal-hal maksiat dan syahwat.  Maka pelajarilah langkah-langkah syetan, karena setan sangat pintar dan lebih berpengalaman dari kita untuk menyesatkan hamba-hamba Allah.

Bimbingan Allah berikutnya adalah Berzikir,dengan banyak berzikir maka Allah akan melindungi kita, berzikir supaya agar terlindung dari syetan, maka wajib kiranya kita berzikir maka kita akan jauh dari setan. Ketika Allah mewahyukan kepada Yahya bin Zakaria untuk menyampaikan lima perkara, ternyata Yahya bin Zakaria agak terlambat untuk menyampaikanya, lalu ditegor oleh Nabi Isa untuk segera menyampaikan wahyu tersebut, maka Yahya bin Zakaria mengumpulkan orang-orang  kedalam masjid sampai penuh. Diantara perkara yang diwahyukan oleh Allah adalah “alaikum bidzikirllah”, yang artinya hendaklah kalian berzikir kepada Allah, karena permisalan ketika seorang hamba berzikir adalah ibarat  dia dikejar oleh musuh lalu sembunyi di dalam benteng yang kuat dan kokoh. Demikianlah setan akan berusaha untuk mengejar manusia untuk mengodanya tetapi jika berzikir kepada Allah maka manusia tersebut telah berlindung pada benteng yang kuat.  Maka berzikirlah wahai manusia karena Allah juga menyuruh kita banyak berzikir.

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir  yang sebanyak-banyaknya. dan bertasbilah kepada Allah di waktu pagi dan petang”.(surat Al-Ahzab: 41-42)

Bimbingan Allah berikutnya adalah Terus menuntut ilmu Allah. Duduk di majelis-majelis ilmu yang di ajarkan Al-Quran dan hadist sesuai dengan pemahaman para ulama dari kalangan sahabat, tabiin, dan para ulama yang mengikuti manhaj mereka. Dengan mengikuti kajian taklim, maka hati kita akan tersiram, di dalam majelis maka hati kita akan terus di ingatkan dan selalu di ingatkan, jika kita lengser dari kajian maka di situlah hati akan gersang, maka setan akan mengikuti kita sehingga akan menyesatkan kita dan supaya kita tersesat.

Terlebih pada zaman fitnah sekarang ini, ketika setan dan bala tentaranya begitu kuat menggoda hamba, fitnah merajalela, kemaksiatan dimana-mana, kurofat menjadi biasa, bid’ah dijadikan sunnah, kesyirikan hampir pada semua tempat.  Maka kita sangat  butuh akan ilmu untuk menyelamatkan agama diri kita, sangatlah butuh ilmu tentang bagaimanan beribadah kepada Allah , ilmu  yang bisa menyelamatkan dari fitnah, sehingga dengan keilmuan tersebut maka kita akan selamat dunia akhirat,  selama ilmu yang tidak dikotori oleh hawa nafsu maka ilmu akan selalu membawa kebaikan dunia akhirat, selama  ilmu yang tidak dikotori olah syahwat maka akan selalu membawa kebaikan dunia akhirat, tetapi jika ilmu dikotori maka disitulah ilmu tidak akan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s