Sifatmu atau sifat dia!

Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan segala sesuatu kecuali dengan hikmah yang agung dibaliknya,  Allah  menciptakan langit dan bumi,  Allah menciptakan nabi Adam dan keturunanya, Allah juga menciptakan iblis laknatullah untuk menggoda manusia dari jalan yang lurus, Allah  pun menciptakan malaikat, semuanya adalah pasti ada hikmah yang agung dibaliknya.

Tentunya setelah kiat tahu bahwa ada suatu hikmah dibalik penciptaan, maka setiap dari kita harus senatiasa mempelajarinya akan hikmah-hikmah yang agung tersebut. Sebagai contohnya adalah iblis, bagaimana Allah  menciptakan iblis, Allah menciptakan dia dan sifat-sifatnya yang tercela, karena sifat tercela itulah Allah sesatkan iblis, Allah jadikan iblis kafirun billah, taukah kita bahwa hikmah dibalik adapnya sifat iblis tercela adalah itu agar kita bisa menjauhinya dan wasapada daipada tipu daya dan makarnya.     

Selanjutnya jikalau kita pelajari  dan mengetahui sifat -sifat iblis tersebut maka kita akan mendapatkan banyak faedah, ternyata Allah menciptakan iblis tidak hanya untuk menyesatkan manusia tetapi agar di ambil pelajaran dan agar manusia menjauhi sifat tersebut dan berhati-hati akan godaan syetan, disamping tetap waspada dan selalu berlindung kepada Allah.

Firman Allah dalam Surat Al-Hijr: 28-32 yang artinya :

“ dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, . Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama,. kecuali iblis. ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.  Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Berdasarkan ayat diatas maka sifat pertama dari iblis yang dijadikan kafir oleh Allah, adalah karena ia enggan dan sombong. Iblis juga termasuk makluk yang dikeluarkan dari surga oleh Allah karena ia enggan mematuhi perintah allah, sehingga di juga di kutuk oleh Allah.  Iblis juga termasuk kafir menurut Allah dalam Firmanya  yang artinya:

“ dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlahkamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Wahai kaum muslimin, berapa banyak manusia yang terhalang dari kebenaran karena kesombongan, berapa banyak orang yang terhalang dari kebenaran dan ketaatan kepada Allah karena adanya keangkukah, keangkuhan hatinya, dia merasa dirinya diberi kemuliaan, dia merasa dirinya di beri kelebihan, dia merasa dirinya di beri keistimewaaan, seperti halnya iblis, ketika Allah memberi iblis keistimewaan, dia diberi amanah untuk memegang langit dunia, dia di beri kelebihan di atas para malaikatnya, tetapi ketika Allah memerintahkan iblis untuk sujud kepada nabi Adam, disitulah keangkuhan muncul, disitulah kesombongan muncul, sehingga ia enggan untuk sujud kepada nabi Adam , ia enggan untuk melakasanakan perintah Allah.

Dari sini bisa kita ambil hikmahnya betapa sifat iblis yang sepert itu saja dengan hanya tidak mematuhi satu perintah Allah saja, maka dia sudah termasuk orang yang dikeluarkan dari surga terlebih sebagai penghuni neraka, terus bagaimana dengan kita yang lebih banyak akan ingkar dari pada menuruti kepada perintah Allah, masihkah kita mengharapkan surganya Allah.

Maka ingatlah akan sabda Rosul yang artinya,

“Tidak masuk surga orang dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari kesombongan” (HR. Muslim)

Sebagai manusia kita harus tahu tentang hakekat kesombongan. Hakekat sombong adalah jika menolak kebenaran yang datang kepadanya dan menganggap leceh manusia, itulah kesombongan. Sebagai contoh, ketika  datang kepadanya dalil, ketika datang kepadanya kebenaran karena tidak sesuai dengan akalnya, atau merasa dirinya lebih tinggi derajatnya, karena yang menyampaikan kebenaran ia berada dibawah kedudukanya, maka dia menolak kebenaran. Maka dia sudah masuk dalam kategori sombong.

Diantara sifat iblis menurut pada ulama diantaranya adalah hasad/dengki, kenapa iblis tidak mau sujud pada nabi Adam, karena hatinya tidak rela, ternyata ada makluk lain yang diciptakan kelebihan diatasnya.  Iblis  merasa hanya dia makluk yang diberi keistimewaan oleh Allah, ketika Allah menciptakan manusia dari tanah, maka Allah  memerintahkan iblis untuk sujud, maka iblis pun sombong, dan dia dengki , lalu iblis pun bersumpah di dalam firman Allah yang artinya :

“ iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,”(Surat Al-Hijr: 39)

Ayat di atas menerangkan salah satu tugas iblis yaitu menyesatkan manusia, sebagai contoh seperti Nabi adam, Meskipun beliau  jatuh pada kesalahan tetapi nabi Adam bertaubat pada Allah, tetapi iblis jatuh pada kesalahan tapi ia tidak mau bertaubat kepada Allah.  Padahal Allah memerintahkan iblis untuk sujud pada Adam tetapi karena iblis sombong maka ia termasuk yang dikeluarkan dari Surga. Sebagian ulama berkata bahwa meninggalkan kewajiban dan meninggalkan perintah lebih berat di sisi Allah daripada melakukan larangan, kenapa manusia bersifat mempunyai sifat tersebut, karena orang yang meninggalkan perintah biasanya karena keengganan yang ada di dalam hatinya, lihatlah  orang tidak mau sholat  tidak mau sujud kepada Allah, hatinya enggan dan hatinya sombong, seakan akan dia menaggap dirinya sesuatu yang paling luar biasa, tidak butuh untuk sujud untuk Maha Pencipta yaitu Allah.

Kedengkianpun juga merupakan sifat yang menghalangi iblis untuk sujud pada Nabi Adam, ketika ia melihat nabi Adam diberi kelebihan oleh Allah,  maka ia pun tidak ridho dan tidak suka, maka ia pun tolak mentah-mentah perintah Allah  untuk sujud kepada nabi Adam, itu pula yang membuat  orang-orang  Yahudi tidak mau beriman pada rosullulah, mereka hasad kenapa nabi yang terakhir muncul dari bani ismail dan bukan dari bani israil, itu pula yang membuat abu jahal tidak mau mengikuti rasullallah , ia merasa dengki, kenapa mereka dengki adalah karena rasulllulah sebagai manusia yang paling mulia, nabi terakhir muncul bukan dari Khobilah dia tetapi ia berasal dari khobilah saudaranya yaitu banu Hasim,  ia merasa hasad, sehingga orang hasad biasanya mencari-cari kesalahan, akhirnya orang hasad itupun berusaha untuk menjatuhkan mereka yang ia hasad kepadanya,

Firman Allah yang artinya :

“ kecuali Iblis; Dia menyombongkan diri dan adalah Dia Termasuk orang-orang yang kafir.  Allah berfirman: “Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) Termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.  iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Surat Shaad:74-76)

Merasa lebih tinggi, merasa lebih baik karena perbedaan yang kita miliki itu semua merupakan salah satu watak dari kesombongan. Oleh karena itu kita berlindung kepada Allah  dari  ainu hasid, mata yang dengki, sifat yang sombong, merasa lebih tinggi, karena itu merupakan sifat Iblis. Maka berhati-hatilah wahai kaum muslimin.

Diantara sifat iblis yang lain adalah ia senantiasa mendewakan akalnya daripada wahyuNya, sebagai contoh adalah iblis, dia berkilah ketika Allah memerintahkan iblis untuk sujud kepada nabi Adam, lalu Allah  bertanya kepada iblis yang artinya , ”hai iblis apa yang mencegah engkau bersujud kepada makluk yang telah aku ciptakan dengan tanganku”,  maka jawaban iblis hanya  menggunakan kias yang salah, ia menggunakan rokyunya, iblis berkata, “kholaktani minnar wa kholaktahu min tin”,  jawaban iblis, ” ya Allah  engkau ciptakan aku dari api sedangkan engkau ciptakan ia dari tanah”, menurut iblis api jauh lebih baik dari tanah, dengan seperti itu ia menganalogikan dan dia mengkiaskan seakan-akan bahwasanya  analoginya   lebih kuat daripada  perintah Allah, seakan akan akal lebih tinggi dari wahyu Allah,untuk  itulah apabila setiap orang yang merasa  bangga dengan akalnya, kecerdasanya dan kepintaranya,  merasa punya title professor,merasa punya title doktor, merasa orang yang intelek, kemudian ia mengotak-atik ayat Al-Quran dan Hadist, dia katakan ayat tidak sesuai dengan akalnya,  hadist ini tidak masuk di akal, sehingga ia pun tolak dengan seenaknya, dimana sesuatu yang menurut akal tidak bisa diterima dengan dia, maka itulah sifat iblis, ia menolak  wahyu Allah, ia menolak perintah Allah dengan akal pikiranya, bukankah ini semua memberikan kepada kita pelajaran bahwasanya  bertapa buruknya sifat iblis, bahwasanya  dengan sifat ketiga ini bisa menyebabkan orang terhindar dari kebenaran bahkan dia tidak mendapatkan dari hidayah Allah.

Seorang mukmin, seorang muslim, berusaha untuk Tasliim serta taat kepada perintah Allah dan Rosulnya, sehingga apabila dia dihadapkan pada perinyah yang tidah sesuai dengan akalnya maka dia wajib melemparkan akalnya jauh-jauh, ketika akalnya ia merasa dalil ini tidak sesuai dengan akalnya, dia harus menuduh akalnya, barangkali  saya yang tidak faham, barangkali akal saya yang lemah, akal saya yang lemah, tidak mungkin Wahyu Allah  salah, dan tidak mungkin salah,sebagaimana kita ketahui bahwa Allah-lah  pencipta akal, Allah pencipta manusia, seorang mukmim harus yakin  bahwa Allah  tidak mungkin salah,  Allah  tidak mungkin berbicara dengan kebathilan.

Jika manusia tidak faham maka segeralah ia tuduh akalnya, ia segera tuduh akalnya yang salah, akalnya yang lemah, segera ia berkata, “amannna kulu min robbina”, sebagai wujud ketaatan dan kepatuhan serta pengakuan lelemahan kita dan kebesaran Allah.

Maka seorang mukmin harus berusaha dan diwajibkan untuk taslim pada perintah Allah , demikian juga pada perintah Rasul, menyerahkan diri kepada Allah  dan rosulnya dengan sebenar-benarnya penyerahan.

Kesimpulan dari ulasan di atas bahwa kita harus menghindari sifat- sifat di bawah ini.

Kesombongan, seorang muslim tidak pantaslah bersombong diri,  seorang muslim wajib tunduk dan tawaduk pada kebenaran yang datang dari Rabbnya  pada dirinya siapapun yang menyampaikan pada dirinya , Firman Allah dalam Surat An-Nisa:65 yang artinya :

Ÿ“ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

Penjelasan ayat diatas adalah kita tidak beriman sampai memenuhi 3 syarat, pertama; sampai kita berhukum kepada Allah dan Rasul dalam perkara yang diperselisihkan, jiak kita  berselisih maka kiat wajib tunduk pada keputusan Allah  dan Rasulnya, kita harus berhukum kepada Rasullullah, Kedua; tidak merasa berat atas keputusan dari Rasullullah dalam Hadistnya, dan kiat wajib bertasliim, kita hanya menyerahkan diri kita pada kebenaran, ketundukan kita hanya kepada Allah  dan Rosulnya, Ketiga; menerima kebenaran yang datang hanya dari Allah  dan Rosulnya siapapun yang menyampaikan dengan sepenuhnya.

Hasad dan dengki, seorang muslim harus berlindung dari sifat ini, sesungguhnya sifat ini merusak amalan seorang hamba,sebagi contoh adalah seorang hamba berusaha ia mencintai dan menyukai untuk saudaranya, sebagaimana ia sukai untuk dirinya, ketika melihat saudaranya diberi kesenangan oleh Allah, ketika saudaranya diberi kelebihan,  iapun berusaha untuk senang, sebagaimana iapun suka mendapat kesenangan tersebut.  Demikian pula iapun tidak suka sesuatu menimpa saudaranya sebagimana ia tidak suka sesuatu itu menimpa dirinya, ketika ia telah melaksanakan perbuatan tersebut makaseorang hamba tersebut akan berusaha  membersihkan dirinya daripada sifat  hasad dan dengki yang ada pada  dirinya.

Lebih mendewakan akalnya daripada wahyu Allah, sorang mukmin tidak mungkin demikian, seorang mukmin ketundukan kepada Allah harus sangat luar biasa, keyakinan kepada Allah  bahwasanya Allah  mampu dan kuasa  atas segala sesuatu, Allah  menciptakan segala sesuatu terkadangkala diluar akal manusia, disitulah sorang mukmin mewajibkan akalnya tunduk kepada wahyu Allah, akalnya tidak digunakan untuk menentang wahyu Allah, tetapi akalnya digunakan untuk memahami wahyu sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah  dan Rosulnya.

Kita memohon kepada Allah  agar kita dilindungi dari sifat tersebut, Kita memohon kepada Allah  agar tidak mempunyai sifat tersebut dan semoga sifat tersebut di jauhkan dari kita, karena barang siapa memiliki salah satu dari sifat tersebut maka ia akan terhalang dari kebenaran sehingga bisa menimbulkan kemurkaan dari Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s