4 Sehat 12 Sempurnakah?

Sebelumya tidak terbayangkan di alam pikiran, bahwa makanan saja bisa merubah sesuatu yang baik menjadi buruk. Padahal manusia di beri akal untuk berpikir sebelum mengambil keputusan disertai petimbangan sehingga bisa menentukan mana yang haram dan mana yang halal, maka berpikirlah dan berusahalah sekuat tenaga untuk menegakkan syariat islam.

Perhatikan gambar di bawah ini dan jangan lupa tetap waspada,  apakah kita sebagai pelaku utama ataukah penyokong berlangsungnya keburukan tersebut, ataukah kita memang tidak tahu hal tersebut, ataukah kita memang tidak peduli lagi dengan sekitar dan lingkungan kita, ataukah memang kita sudah ingkar, ataukah hati kita memang sudah buta dan tuli akan kedzoliman disekitar kita, ataukah kita memang sudah malas untuk memilih halal dan haramnya, ataukah memang kita menyukai yang haram, ataukah kita memang orang-orang bodoh yang dapat dibodohi oleh situasi padahal belum ada usaha untuk mencari kehalalan-keharaman.

Masih ingatkah kita dengan firmna Allah yang artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.(Surat al-Maidah :3)

Berdasarkan gambar diatas maka  bisakah  memperkirakan makanan  mana dan makanan apa yang sehat-halal-haram-melampaui batas. Wahai kaum muslimin gunakan akal kita, sekali lagi gunakan otak kita sebelum  memilih makanan dengan  menggunakan pertimbangan disertai dengan pembuktikan bahwa asal makanan tersebut baik, proses pengolahannya halal, produksi maupun peracikan dilakukan dengan sehat. Jadi  sebelum terlambat dan menyesal, maka telitilah dan telusurilah,  karena apa yang kita makan maka itu semua akan ditanya oleh Allah terlebih tentang halal atau haramnya makanan tersebut.

Seorang muslim harus memastikan apa-apa yang pernah dia makan merupakan makanan halal, jika perlu seorang muslim harus melakukan pembuktian sendiri dengan menggunakan matanya, mata seorang muslim diusahakan melihat sendiri semua proses makanan mulai dari awal hingga akhir untuk memastikan kehalalanya dan keharamanya maupun kesehatanya. Tidak mengapa kita harus pergi sendiri ke Balai Penyembelihan Hewan (BPH) untuk membuktikan bagaimana cara dan proses penyembelihan hewan khususnya Sapi dan Kambing,  sehingga bisa memastikan apakah cara penyembelihan hewan yang dilakukan pada tempat tersebut sudah sesuai dengan syariat islam atau belum sehingga bisa memastikan kehalalanya seusai dengan surat al-Maidah diatas. Jika perlu maka Solusi lainya adalah  Seorang muslim juga perlu pergi ke seorang jagal hewan yang memang benar-benar memegang syariat islam dalam Pekerjaanya, yaitu menyembelih hewan,  sehingga bisa dibelinya daging dari jagal tersebut supaya daging yang dia  makan memang terjamin kehalalanya dan bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Tetapi cara serta pembuktian seperti di atas biasanya manusia akan enggan melakukanya, manusia akan malas karena setan sudah membuat kebodohan di dalam hatinya, setan sudah menutup mata hati mereka, setan sudah menghentikan kaki untuk menegakkan kebenaran, dan ternyata setan sudah menipu manusia dengan adanya kemudahan mendapatkan daging,  setan membuat malas  manusia untuk  melakukan penyembelihan sendiri, bahkan setan sudah membuat lupa manusia akan bagaimana tata cara penyembelihan yang syar’i.

Pembuktian lainya adalah dengan melihat sendiri proses penyembelihan ayam, karena daging ayam merupakan daging yang paling banyak di konsumsi oleh orang indonesia.  Tidak mengapalah harus pergi ke pasar untuk melihat proses penyembeliha hewan ayam, sehingga bisa membuktikan kehalalanya. Jikalau memang cara penyembelihan di pasar tidak sesuai syariat islam maka seorang muslim harus pandai menyikapinya, salah satu caranya adalah dengan membeli ayam yang masih hidup sehingga seorang muslim bisa menyembelihnya sendiri dan supaya lebih yakin kalau daging ayam yang di makannya merupakan daging  ayam halal,  disamping sudah melaksanakan perintah Allah tentang tata cara Penyembelihan hewan atau bahkan kita  sudah hafal dan  paham bahkan aplikasi penerapan dari surat Al-Maidah diatas.

Wahai kaum muslimin, Bukankah dengan menerapkan tata cara penyembelihan menggunakan cara islam terlebih jika melakukan penyembelih sendiri maka pahala akan berganda, mendapat pahala akan kehalalan makanan dan pahala sudah menegakkan hukum Allah. Maka Waspadalah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s