PURA-PURA MINUS

Sudah menjadi trend di kalangan manusia terlebih remaja dalam bergaya, trend berpakaian serta trend dalam memakai Aksesoris yang menempel pada tubuh mereka, mulai dari ujung rambut sampai ujung kepala. Tidak kalah menariknya adalah trend memakai kacamata. Terlebih pemakai kacamata bukanlah mereka yang cacat atau menderita sakit mata seperti rabun jauh(minus)/rabun dekat (Plus), tetapi pemakai kacamata adalah orang yang bermata sehat dan normal kondisi matanya serta masih waras dalam berpikirnya.

Yang mengherankan adalah alasannya KENAPA MEREKA BERKACAMATA PADAHAL MATA MEREKA SEHAT?. Terlebih yang berkacamata dengan kondisi mata sehat adalah beridentitas muslim dan muslimah atau mungkin diri kita. Mari  mengevaluasi bersama-sama alasan dari  mereka ketika memakai kacamata serta beberapa analisis prilaku menyimpang berdasarkan judul diatas.

Memalsukan identitas diri supaya orang lain berpendapat salah atau berbeda tentang dirinya setiap saat dan waktu, efek dari kepalsuan ini akan menimbulkan pembohongan publik tentang dirinya bahkan fitnah, padahal bentuk muka tidak singkron dengan model frame, tetapi tetap merasa PEDE meskipun melakukan penipuan.   Merasa ingin menjadi  seperti buglon yang gemar  dan bangga jika dianggap berpenampilan baru dan NEWS tiap harinya bahkan tiap detiknya. Mungkinkah ini contoh fitnah akhir dunia yang di gemari dan di budidayakan bahkan di kerjakan oleh generasi muda kita.

Berprilaku Berbohong dengan  membohongi diri sendiri dan orang lain, menipu orang lain dengan berpura-pura cacat pada mata atau menderita Minus atau Plus merupakan perbuatan sia-sia, pelaku sudah khufur akan kesehatan serta kenormalan kondisi mata yang sehat. Dampak pembohongan ini menimbulkan rasa kurang bersyukur terhadap apa telah ada.

Berlebih-lebihan dengan membeli frame kacamata yang beraneka bentuk dan berwarna-warni  ngejreng yang sebetulnya hanya akan menumbuhkan, memupuk dan meninggikan kesombongan akan keindahan kacamata kita serta penampilan kita di mata orang lain, Berlebih-lebihan dengan membeli beraneka frame kacamata yang  sebenarnya kebutuhan yang tidak terlalu penting dan tidak sesuai dengan kebutuhan, padahal terdapat kebutuhan yang benar-benar lebuh penting yang harus di tuntaskan. Perilaku ini lebih dikenal dengan prilaku melampui batas.

Pemborosan dengan membeli tidak sesuai dengan kebutuhan serta tidak linier dengan kebutuhan yang paling penting, padahal  Mata mereka sehat tetapi kenapa mereka membeli kacamata, padahal memakai kacamata sangat menyiksa bagi mereka yang memang penderita Minus atau Plus. Pemakai kacamata pura-pura merupakan sosok yang suka menyiksa diri sendiri alias mendholimi diri sendiri.

Pamer kekayaan dengan aksesoris yang menempel pada badan, meskipun pamer hanya dengan kacamata seharga 20 ribu-30 ribu. Sombong dengan menginginkan predikat negatif sehingga dicap oleh orang lain bahwa dirinyalah yang paling “Gaul”, yang paling CULUN, yang paling CUPU, yang paling KUTU BUKU.  Merasa bangga jika orang lain memuji dengan kata-kata bahwa  dirinya “Gaul” karena aksesoris (kacamata) yang dia pakai.

Jadi secara kasad mata pun frame kacamata yang dipakai tidak sesuai dengan manfaatnya tetap terlihat PALSU, PALSU DAN PALSU !!.

Sekarang mari evaluasi diri kita masing-masing. Sudahkah kita berprilaku demikian, pernahkah kita berprilaku demikian, masihkan kita terus berprilaku demikian. Ataukah tetapkah kita mempertahankan berprilaku demikian.

Wahai manusia yang beriman, bertobatlah dengan tobat sesungguh-sesungguhnya dan jangan mengulangi perilaku demikian dan ingatlah ALLAH MAHA MELIHAT apapun yang  kita perbuat.

Evaluasi diri dilanjutkan dengan perbaikan diri merupakan solusi untuk menuju jalan yang lurus.

 
(Dalil tentang Kesombongan)
Surat Ibrahim:21
21.Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya Kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, Maka dapatkah kamu menghindarkan daripada Kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada Kami, niscaya Kami dapat memberi petunjuk kepadamu. sama saja bagi kita, Apakah kita mengeluh ataukah bersabar. sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.

 Surat An-Nahl :22-23

22. Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.23. Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Surat al-Isro’:37

37. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.Surat Maryam:14 dan 32
14. Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.32. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Surat Al-mu’minuun:46

46. Kepada Fir’aun dan pembesar-pembesar kaumnya, Maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.

Surat An-Naml:31

31. Bahwa janganlah kamu sekalian Berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Surat Al-Ankabuut:39

39. Dan (juga) Karun, Fir’aun dan Haman. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. akan tetapi mereka Berlaku sombong di (muka) bumi, dan Tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

Surat Lukman:18

18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Surat An-nisaa’:36

36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, Ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,[294] Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang Muslim dan yang bukan Muslim.[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma’shiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

Surat Al-Mu’min:35,76

35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[1322]. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.[1322] Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.76. (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong “.

Surat Ad-Dukhaan:31

`31. Dari (azab) Fir’aun. Sesungguhnya Dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.

Surat Al-Qamar:25-26

25. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? sebenarnya Dia adalah seorang yang Amat pendusta lagi sombong.26. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya Amat pendusta lagi sombong.

Surat Al-Hadiid:23

23. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,[1459] Yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, ketakaburan dan lupa kepada Allah.

Surat Al-A’raaf:166

166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina[581].[581] Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak Makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Neraka dan surga saling berdebat, lalu neraka berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong. Surga berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki. (Atau Allah berfirman: Aku menimpakan bencana denganmu kepada orang yang Aku kehendaki). Dan Allah berfirman kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku, Aku limpahkan rahmat berupa kamu kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan masing-masing kamu memiliki penghuninya sampai penuh. (Shahih Muslim No.5081)
Hadis riwayat Haritsah bin Wahab ra.:
Bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah saw. bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong. (Shahih Muslim No.5092)
Hadits ke-14
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallambersabda: “Allah tidak akan melihat orang yang menjuntai pakaiannya terseret dengan sombong.” Muttafaq AlaihiHadits ke-16
Dari Amar Ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan sikap sombong.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Hadits mu’allaq menurut Bukhari.Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Allah Taala melipat langit-langit pada hari kiamat, kemudian menggenggam langit-langit itu dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman: Akulah Raja! Manakah orang-orang penguasa yang suka menindas? Manakah orang-orang yang sombong? Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kiri-Nya, lalu berfirman: Akulah Raja! Manakah orang-orang penguasa yang suka menindas? Manakah orang-orang yang sombong? (Shahih Muslim No.4995)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan pakaiannya dengan sombong. (Shahih Muslim No.3887)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke bumi, lelaki itu adalah pangeran (penguasa) Bahrain. Ia berkata: Pangeran datang, pangeran datang! Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan. (Shahih Muslim No.3893)

Penghuni neraka ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)

 
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s